“Saya cuma ingin dua anak asuh saya tetap bisa sekolah di pondok. Kalau saya harus tidur di pangkalan ojek, gak apa-apa… asal mereka tetap bisa belajar.”
Bu Hendi merupakan seorang ibu yang setiap hari berjualan tisu di perempatan lampu merah. Dengan kondisi kaki yang pincang, ia tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membantu biaya pendidikan dua anak yatim yang diasuhnya dan kini bersekolah di pondok pesantren.
Sebelumnya, Bu Hendi merantau dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun, harapan tersebut kandas setelah dirinya menjadi korban penipuan pekerjaan. Sejak saat itu, Bu Hendi harus menjalani hidup dalam keterbatasan. Tidak memiliki tempat tinggal, ia terpaksa tidur di pangkalan ojek setelah seharian berjualan tisu.
Meski kehidupannya jauh dari kata layak, Bu Hendi tetap berusaha memastikan pendidikan dua anak asuhnya tidak terhenti. Setiap rupiah yang diperoleh dari berjualan tisu menjadi bagian dari perjuangannya untuk memenuhi kebutuhan mereka di pondok.
Kondisi tersebut membuat Bu Hendi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak asuh, hingga ongkos untuk pulang ke kampung halaman. Kerinduannya untuk bertemu kembali dengan kedua anak asuhnya pun masih harus ia simpan karena belum memiliki biaya perjalanan.
Melihat perjuangan dan kondisi Bu Hendi, dilakukan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako dan santunan uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Hendi sekaligus meringankan beban yang selama ini ia tanggung seorang diri.
Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian kepada Bu Hendi yang tetap bertahan dan bekerja keras demi masa depan anak-anak yang ia sayangi. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi penguat dan menghadirkan sedikit kebahagiaan di tengah perjuangannya.
Terima kasih kepada seluruh Sahabat Baik yang telah menitipkan kebaikannya. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi keberkahan dan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.