“Dagangan kami sering sepi pembeli, Nak… bahkan nenek pernah 3 hari hanya minum air putih karena gak ada uang untuk makan.” — Mbah Sarmi, 68 tahun.
Mendengar kisah tersebut, tim segera mengunjungi kediaman Mbah Sarmi (68 tahun) dan adiknya, Mbah Laminah (65 tahun), yang sehari-hari berjualan kacang hijau keliling dengan berjalan kaki hingga 15 kilometer. Di usia senja, dengan tubuh yang sudah renta dan kondisi kesehatan yang menurun, keduanya tetap bertahan demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, dan bahan pangan lainnya. Selain itu, diberikan pula sedikit bantuan uang tunai untuk membantu kebutuhan harian serta meringankan beban pengobatan Mbah Sarmi yang menderita sakit paru-paru.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung. Raut haru tampak di wajah Mbah Sarmi dan Mbah Laminah saat menerima amanah dari para donatur. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi mereka, terutama setelah sebelumnya sempat mengalami hari-hari tanpa pemasukan hingga harus menahan lapar.
Melalui penyaluran bantuan ini, diharapkan kebutuhan pangan keduanya dapat tercukupi untuk beberapa waktu ke depan, sehingga mereka tidak lagi harus menahan lapar atau berutang hanya untuk membeli beras. Bantuan ini juga menjadi bentuk kepedulian bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian.
Semoga setiap kebaikan yang disalurkan menjadi keberkahan bagi para donatur dan membawa harapan baru bagi Mbah Sarmi serta Mbah Laminah dalam menjalani hari-hari mereka.