Menjaga Asa di Usia Senja: Penyaluran Bantuan Sembako untuk Mbah Jumiyo

05 Jan 2026

“Semoga, ada rezeki yang barokah, yang halal.. Saya diparingi selamat.. Aamin..”
Doa lirih itu kerap terucap dari bibir Mbah Jumiyo, seorang lansia berusia sekitar 70 tahun yang sehari-harinya berjualan es lilin dengan sepeda tuanya.

Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat, Mbah Jumiyo masih harus berjuang keras demi bertahan hidup. Setiap hari, dari pagi hingga malam, beliau menyusuri jalan dengan sepeda yang kini lebih sering dituntun daripada dikayuh. Usia yang semakin lanjut dan kondisi tubuh yang kerap sakit membuat Mbah tak lagi sekuat dulu.

Langkahnya tertatih, tubuhnya mudah lelah, bahkan sering gemetar setelah seharian berjualan. Jika rasa lelah itu tak tertahankan, Mbah biasanya berhenti sejenak di pinggir jalan, beristirahat sambil menunggu pembeli yang datang. Namun, harapan itu tak selalu terwujud.

Musim hujan menjadi masa yang berat bagi Mbah Jumiyo. Dagangan es lilinnya kerap sepi pembeli. Tak jarang, beliau pulang tanpa membawa uang sepeser pun. Meski demikian, di tengah keterbatasannya, Mbah masih memiliki hati yang tulus. Es lilin yang tak terjual sering kali beliau bagikan kepada anak-anak yatim atau piatu yang ditemuinya di jalan.

Melihat kondisi tersebut, dilakukan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako dan sedikit uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan harian Mbah Jumiyo. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban beliau, sekaligus menjadi penguat bahwa Mbah tidak berjuang sendirian.

Keringat dan letih di usia senja seharusnya bukan lagi kewajiban. Namun bagi Mbah Jumiyo, itulah satu-satunya jalan untuk tetap bertahan hidup. Semoga bantuan yang disalurkan ini menjadi wasilah rezeki yang barokah dan membawa harapan baru bagi Mbah Jumiyo dalam menjalani hari-harinya.


Apakah Anda menyukai kepribadian ini?

Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | Kebijakan Privasi Copyright © 2026 Merawat Indonesia. All Rights Reserved