ImageSiang-Malam Bocah 9 Tahun Nafkahi Keluarganya...
Image

Siang-Malam Bocah 9 Tahun Nafkahi Keluarganya

Image
Bojonegoro
Rp 1.285.000 terkumpul dari Rp 30.000.000
32 Donasi 14 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Kak, mau gak beli kerupuknya? 5 ribu dapet 3 bungkus”, tawar bocah itu.

Namanya Wijaya, usianya masih sangat belia, 9 tahun. Setiap hari dia menyusuri jalanan di Kota Bojonegoro untuk berjualan kerupuk. Pekerjaan ini sudah digelutinya selama 1 tahun.

ac4a9dc5-30c9-416f-b457-25102f330316.jpg

Hiruk pikuk Kota Bojonegoro bak teman sejati bagi Wijaya. Suara bising kendaraan dan cuaca yang terik seakan tak dihiraukan.

Setiap jam 1 siang Wijaya memulai menjajakan kerupuk yang dibawa. Satu demi satu orang yang ditemui sudah ditawari. Meski harus berjalan jauh wijaya bersemangat untuk berjualan.

3e7f7562-e645-4eb9-9fc2-2215001f4fca.jpg

“Kak, tolong beli kerupuk aku yaa. Biar aku bisa beli susu untuk adikku”, ucap Wijaya

Hingga matahari mulai tenggelam, kerupuk yang dibawa baru saja laku 5 bungkus. Alhamdulillah, Wijaya sudah sangat bersyukur meski hanya membawa pulang Rp 15 ribu.

f90cb7c3-ced4-4d2a-a384-7790efcc0c85.jpg

Tak jarang jika bocah itu sendirian, tatapannya kosong seolah bertanya, “apa kerupuk yang aku bawa bisa habis hari ini ya? Kasian adik, dari kemarin belum bisa beli susu”.

Pekerjaan ini dilakukan Wijaya tanpa paksaan, ia murni ingin membantu ibu mencari uang sejak ayahnya pergi menelantarkannya.

Di kamar kos kecil itulah ia tinggal bersama ibu dan sang adik, mereka belum membayar sewa selama 2 bulan! Jika minggu depan masih menunggak, Wijaya dan keluarganya akan diusir.

a79eb159-d87e-432c-a17a-38d09d3a950f.jpg

Selama berjualan, beberapa kali Wijaya rugi karena ada pembeli yang membayar memakai uang palsu. Kalau lapar, ia biasanya memakan nasi tanpa lauk yang dibawa dari rumah. Kalau air minum habis, biasanya ia mengambil air mentah dari keran masjid atau rumah, ya Tuhan..sungguh miris nasib Wijaya.

Meski tempat berjualan dengan kos jauh, Wijaya tidak pernah mengeluh ataupun malu. kadang ketika melihat teman sekolahnya, dia merasa iri karena tidak bisa bermain seperti anak seusianya.

b620f492-e45f-4a91-acaa-4eb52fae3dd9.jpg

“Aku pernah diejek kak sama teman di sekolah karena jualan kerupuk”, tutup Wijaya dengan wajah sedih. Jujur saja, di lubuk hati, Wijaya ingin seperti anak-anak lainnya yang bisa bermain tanpa harus memikirkan kerasnya hidup.

#OrangBaik, temani Wijaya terus berjuang yuk! Kamu juga bisa bantu lariskan kerupuknya dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;

2. Masukkan nominal donasi;

3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit), transfer ke no. rekening yang tertera dan dapatkan laporan melalui email.

  • June, 17 2024

    Campaign is published

Anwar28 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 15.000
Orang Baik28 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 35.000
Orang Baik28 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 30.000
Orang Baik29 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
Orang Baik29 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 30.000

Doa-doa orang baik (9)

Orang Baik29 hari yang lalu
Semoga bermanfaat dan berkah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik29 hari yang lalu
Bismillah semoga menjadi anak sukses
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik29 hari yang lalu
Bismillah semoga menjadi anak sukses.
Image
1 Aaminn
+1
Alm. Nuri bin Wakid29 hari yang lalu
Semoga wijaya dan adek menjadi anak yg sukses dunia akhirat. Dan bisa mengangkat derajat orang tua. Aamiinn..
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Hamba Allah29 hari yang lalu
Semoga diangkat derajat kita dunia dan akhirat, dan dipantaskan berkumpul di surga nya Allah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close