Langkah kecil Asria (10 tahun) menyusuri jalanan kota sambil menggenggam beberapa sisir pisang. Di sampingnya, Asifa (3 tahun) terus menggandeng tangan kakaknya agar tidak tertinggal. Mereka berjalan bukan untuk bermain, tetapi untuk berjualan.

Pisang yang dijual Asria bukan hasil kebun sendiri. Ia membelinya dari pedagang lain, lalu menjual kembali dengan keuntungan sekitar dua ribu rupiah per sisir. Nominal kecil itu menjadi tambahan penting untuk membantu kebutuhan keluarga mereka. Sejak pagi hingga sore, Asria berkeliling dari satu jalan ke jalan lain sambil menjaga adiknya yang masih terlalu kecil untuk ditinggal sendirian.
Seharusnya Asria duduk di bangku kelas empat SD. Namun ia berhenti sekolah setelah sering mengalami perundungan hingga kehilangan keberanian untuk kembali ke kelas. Ketika kondisi ekonomi keluarga semakin sulit, sekolah pun semakin jauh dari jangkauannya. Kini ia memilih membantu ibunya mencari nafkah.
“Kalau aku nggak bantu Mama, siapa lagi?” ucapnya pelan. Di usianya yang masih sangat muda, Asria memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Ia masih ingin belajar dan kembali bersekolah, tetapi keadaan belum berpihak padanya.

#SahabatBaik, Mari bersama bantu Asria dan keluarganya. Agar ia memiliki kesempatan untuk kembali belajar, dan menjalani masa kecil yang seharusnya ia rasakan tanpa beban yang terlalu berat.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
D a
28 menit yang laluSemoga rezekinya dilapangkan