“Baik-baik di rumah ya, Nak… Ibu kerja dulu cari uang buat beli susu dan obat Sukma,” ucap sang ibu sambil mengusap kepala putrinya dengan mata berkaca-kaca.

Di usia 14 tahun, Sukma hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya. Penyakit epilepsi yang dideritanya membuat tubuh kecilnya sering kejang, mengeras, dan melipat tak beraturan. Hari-harinya bukan diisi dengan bermain atau belajar seperti anak seusianya, melainkan perjuangan menahan sakit dan menjalani pengobatan.
Sukma bahkan tidak bisa mengungkapkan rasa lapar dengan kata-kata. Ketika ingin makan, ia hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar. Jika terlambat diberi makan, Sukma akan menggigit jari-jarinya sendiri hingga terluka. Kondisinya membuat Sukma harus rutin menjalani terapi dan pengobatan khusus agar penyakitnya tidak semakin parah.
Sang ayah, Pak Suhaemi, bekerja sebagai kuli bangunan dari pagi hingga sore demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan Sukma. Upah yang didapat tidak seberapa, bahkan hanya sekitar Rp200 ribu dalam seminggu. Di sela pekerjaannya, beliau masih menyempatkan pulang untuk memastikan Sukma makan dan minum obat.

Sementara itu, ibunya juga bekerja membantu mencuci dan membersihkan rumah tetangga dengan upah harian seadanya. Sebelum berangkat bekerja, beliau terlebih dahulu memandikan, memberi makan, dan merawat Sukma seorang diri. Semua perjuangan itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan Sukma seperti susu, pampers, obat, hingga biaya transport berobat ke rumah sakit.
Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga ini tidak pernah menyerah demi kesembuhan Sukma. Mereka hanya berharap putrinya bisa terus mendapatkan pengobatan dan menjalani hidup dengan lebih nyaman.
#SahabatBaik, mari bantu ringankan perjuangan Sukma dan keluarganya. Kebaikanmu hari ini sangat berarti untuk membantu pengobatan dan kebutuhan Sukma setiap harinya.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa