“Sehari berkeliling dari sekolah ke sekolah, terkadang Abah Kamal hanya membawa pulang Rp7.000. Namun, beliau tetap bertahan demi masa depan anak-anaknya.”

Di usia 72 tahun, ketika tubuh tak lagi sekuat dulu, Abah Kamal masih harus berjuang mencari nafkah. Setiap hari, beliau berkeliling dari sekolah ke sekolah, mulai dari TK, PAUD, hingga SD, sambil membawa kertas gambar untuk mewarnai dan mainan jadul yang dibuatnya sendiri.

Kertas gambar itu dijual seharga Rp1.000 per lembar, sedangkan mainan buatannya dijual Rp2.000 per buah. Mainan sederhana yang mulai jarang ditemui tersebut dibuat dengan penuh kesabaran, menjadi sumber penghasilan sekaligus cara Abah Kamal bertahan hidup.
Kertas gambar itu dijual seharga Rp1.000 per lembar, sedangkan mainan buatannya dijual Rp2.000 per buah. Mainan sederhana yang mulai jarang ditemui tersebut dibuat dengan penuh kesabaran, menjadi sumber penghasilan sekaligus cara Abah Kamal bertahan hidup.

Sayangnya, penghasilan yang didapat tidak menentu. Setelah seharian berkeliling, terkadang Abah Kamal hanya membawa pulang sekitar Rp7.000. Meski begitu, beliau tetap bersyukur dan terus berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal.
Di balik perjuangannya, ada harapan besar yang ingin beliau wujudkan. Abah Kamal memiliki empat orang anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren gratis. Di tengah keterbatasan ekonomi, beliau ingin anak-anaknya tetap mendapatkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Panas matahari, lelahnya perjalanan, dan usia yang terus bertambah tak membuat Abah Kamal berhenti berusaha. Selama masih mampu melangkah, beliau akan terus berjualan demi membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Abah Kamal.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa