“Yang penting bisa bantu Mama… sama buat uang jajan sekolah,” ucap Syahril pelan.

Di usia yang baru 12 tahun, Syahril sudah akrab dengan kerasnya jalanan. Sepulang sekolah, dari sore hingga malam hari, ia berjalan menyusuri sudut-sudut kota seorang diri untuk mengumpulkan botol bekas demi mendapatkan beberapa rupiah.

Syahril adalah anak bungsu dan masih duduk di bangku kelas 4 SD. Sejak masih dalam kandungan, ia sudah kehilangan sosok ayah. Kini ibunya harus berjuang sendiri dengan bekerja serabutan sebagai ibu rumah tangga panggilan demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Setiap hari, Syahril berjalan tanpa teman dan tanpa mengeluh. Panas, gelap malam, dan rasa lelah harus ia hadapi demi membantu sang ibu dan tetap memiliki uang saku untuk sekolah. Baginya, mengumpulkan botol bekas bukan sekadar pekerjaan, tetapi bentuk perjuangan kecil untuk bertahan hidup.
Namun jalanan tidak selalu ramah untuk anak seusianya. Pernah saat beristirahat di depan toko, Syahril dilempari botol oleh sekelompok orang. Ia hanya diam menahan sakit, lalu kembali berjalan mencari botol seperti tidak terjadi apa-apa.
Di balik tubuh kecilnya, Syahril memikul beban yang begitu besar. Ia tetap tersenyum dan berusaha kuat, meski hidup memaksanya tumbuh lebih cepat dari anak-anak lain seusianya.
#SahabatBaik, mari bantu Syahril agar tetap bisa sekolah dan menjalani masa kecil yang lebih layak. Kebaikanmu hari ini sangat berarti untuk perjuangannya.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa