“Untuk berjalan ke kamar mandi saja, Ibu Muroh harus mengesot perlahan di lantai. Di tengah rasa sakit yang tak kunjung reda, beliau masih menyimpan harapan sederhana: memiliki warung kecil agar bisa mencari nafkah dari rumah.”

Sudah bertahun-tahun Ibu Muroh harus menahan sakit akibat radang tulang di kakinya. Kondisi tersebut membuat beliau kesulitan berjalan seperti orang pada umumnya. Bahkan, untuk berpindah tempat atau sekadar pergi ke kamar mandi, Ibu Muroh harus mengesot perlahan di lantai sambil menahan rasa nyeri.

Hari-harinya kini dipenuhi keterbatasan. Aktivitas sederhana yang mungkin mudah dilakukan orang lain justru menjadi perjuangan berat bagi Ibu Muroh. Meski begitu, beliau berusaha menjalani hari demi hari dengan kemampuan yang masih dimilikinya.

Di usia yang tak lagi muda, Ibu Muroh tinggal bersama sang ayah yang juga semakin renta. Ayahnya hanya bisa bekerja serabutan jika ada orang yang membutuhkan tenaganya. Penghasilan mereka tidak menentu, bahkan terkadang harus melewati hari tanpa pemasukan.
Di tengah kondisi tersebut, Ibu Muroh tetap berusaha melakukan pekerjaan rumah sebisanya. Bukan karena tubuhnya masih kuat, melainkan karena mereka hanya bisa saling mengandalkan untuk bertahan hidup.

Di balik rasa sakit dan keterbatasan yang dialaminya, Ibu Muroh menyimpan sebuah impian sederhana. Beliau ingin memiliki warung kecil di depan rumah agar bisa mendapatkan penghasilan sendiri tanpa harus berjalan jauh atau meninggalkan rumah.
Bagi sebagian orang, warung kecil mungkin bukan sesuatu yang istimewa. Namun, bagi Ibu Muroh, usaha itu bisa menjadi kesempatan untuk tetap produktif dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama sang ayah.
Sayangnya, keterbatasan biaya membuat impian tersebut belum bisa terwujud. Ibu Muroh hanya bisa berharap suatu hari nanti ada jalan agar beliau dapat memulai usaha kecilnya dan menjalani hidup dengan lebih baik.
#SahabatBaik, mari bantu wujudkan harapan Ibu Muroh.
Di tengah kondisi tubuh yang membuatnya sulit bergerak, Ibu Muroh masih memiliki keinginan untuk berusaha dan tidak terus bergantung pada orang lain. Kini, kita bisa ikut membantu mewujudkan harapan tersebut.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa