“Lebih baik mbah jualan begini, Nak, daripada harus meminta-minta,” ucap Mbah Yatmi sambil menata dagangan tomat dan bawangnya di pinggir jalan.

Di usia senjanya, Mbah Yatmi harus menjalani hidup seorang diri. Dengan kondisi tuna netra dan tanpa keluarga yang mendampingi, beliau tetap memilih berjuang mencari nafkah daripada bergantung pada belas kasihan orang lain.
Setiap pagi hingga sore hari, Mbah Yatmi berjualan tomat, bawang, dan pisang di pinggir jalan. Karena tidak bisa melihat, beliau dibantu seorang tukang ojek yang dengan sukarela mengantar dan membantu menyiapkan dagangannya sebelum Mbah berjualan seorang diri.

Meski sudah berusaha seharian, penghasilan yang diperoleh sangatlah kecil. Dalam sehari, Mbah biasanya hanya membawa pulang sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000. Bahkan tidak jarang dagangannya sama sekali tidak laku sehingga beliau pulang tanpa membawa hasil.

Kondisi tuna netra yang dialaminya juga membuat Mbah Yatmi rentan menjadi korban penipuan. Beberapa kali beliau menerima uang palsu dari pembeli yang tidak bertanggung jawab. Mirisnya, Mbah baru menyadari hal itu setelah orang tersebut pergi dan tidak bisa lagi ditemukan.

Di tengah keterbatasannya, Mbah Yatmi tetap bertahan dengan penuh kesabaran. Tidak ada keluarga yang menemani, tidak ada penghasilan tetap yang bisa diandalkan. Hanya dagangan sederhana itulah yang menjadi harapan beliau untuk bisa makan dan menjalani hari-harinya.
Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat dan ketenangan, Mbah Yatmi masih harus duduk berjam-jam di pinggir jalan demi mendapatkan sedikit rezeki untuk bertahan hidup.
#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Mbah Yatmi. Kebaikanmu hari ini dapat membantu beliau memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjalani masa tua dengan lebih layak serta tenang.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Zaenal Abidin
4 jam yang laludata diri diatas adalah Almarhum ayah saya