“Dagangan kami sering sepi pembeli, Nak… bahkan nenek pernah 3 hari hanya minum air putih karena nggak ada uang untuk makan.” — Mbah Sarmi (68)

Mbah Sarmi (68) dan adiknya, Mbah Laminah (65), setiap hari berjalan sejauh 15 kilometer untuk menjajakan kacang hijau keliling seharga Rp15.000/kg. Dengan tubuh yang sudah renta, mereka tetap memikul karung goni berisi 10 kg kacang hijau demi bisa makan hari itu.

Di tengah usianya, Mbah Sarmi juga mengidap sakit paru-paru. Dadanya sering sesak, batuk tak berhenti, dan tubuhnya mudah lemas. Namun karena tidak punya biaya berobat, ia hanya menahan rasa sakit sambil terus berjualan. Jika tidak berjualan, mereka tidak makan.

Beberapa waktu lalu, Mbah Sarmi jatuh sakit cukup parah. Hari itu tak ada pemasukan sama sekali. Untuk bertahan hidup, mereka bahkan harus mengutang 1 kg beras, dan pernah tidak makan selama tiga hari penuh, hanya meneguk air putih untuk mengisi perut.

Di usia yang semakin tua, keduanya tetap saling menjaga. Adik-kakak ini terus berjuang bersama, mengandalkan sisa tenaga demi sekadar bertahan hidup.

Kini, mereka sangat membutuhkan bantuan untuk makan harian dan biaya pengobatan.
#SahaatBaik, mari bantu meringankan beban Mbah Sarmi dan Mbh Laminah. Setiap bantuan berarti menjaga mereka tetap kuat dan tidak lagi menahan lapar.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Ermi Nurlaela
3 minggu yang laluSehat2 mbah .. 🥺 Sedekahnya untuk almarhumah kedua nenek aku .. alfatihah
Sahabat Baik
1 bulan yang laluSemoga bermanfaat
Nurafifah Azizah
1 bulan yang laluSehat selalu
Sahabat Baik
1 bulan yang laluSemoga neneknya sehat selalu dan diberikan rezeki yang tidak dikira-kira oleh Allah yaa nek..