Di usia senjanya, Mbah Suharti (67 tahun) masih harus berkeliling dari desa ke desa menjajakan peyek buatannya.

Padahal, rumahnya hanyalah gubuk reyot yang nyaris roboh, berisiko ambruk kapan saja.

Suaminya sedang sakit parah dan tak bisa lagi bekerja. Semua beban hidup kini dipikul sendiri oleh Mbah Suharti. Dengan berjalan kaki jauh, beliau menjual peyek seharga Rp2.000 per bungkus, dengan keuntungan hanya Rp500.

Sehari, paling banyak hanya laku 10 bungkus. Artinya, penghasilannya hanya sekitar Rp5.000–Rp6.000. Uang sekecil itu ia gunakan untuk membeli beras dan obat bagi sang suami tercinta.

Seringkali kebutuhan makan tidak tercukupi, apalagi biaya berobat dan memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni. Namun, Mbah Suharti tetap bertahan, berjuang dengan sisa tenaganya agar sang suami tetap bisa makan dan berobat.

#SahabatBaik, Mari bantu Mbah Suharti, agar ia bisa memperbaiki rumahnya, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membawa suaminya berobat dengan layak.
Caranya mudah:
✨ Klik tombol "DONASI SEKARANG"
✨ Masukkan nominal donasi
✨ Pilih metode pembayaran yang tersedia:
Virtual Account (VA), Instant Wallet, Bank Transfer, QRIS, atau Kartu Kredit
Terima kasih, #SahabatBaik

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa