“Badan Saya Sudah Nggak Kuat, Tapi Kalau Saya Berhenti, Siapa yang Menghidupi Istri dan Anak?”

Setiap hari, dari pagi hingga sore, Kakek Sakir berjalan kaki sambil mendorong gerobaknya sejauh kurang lebih 20 kilometer. Semua dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Saya yang cari nafkah, sedangkan istri yang merawat kedua anak saya,” ucap Kakek Sakir.
Kedua anak Kakek Sakir memang sudah dewasa, namun keduanya belum mampu hidup mandiri karena mengalami gangguan mental dan keterbatasan fisik. Setiap hari, Nenek Waginem dengan penuh kasih merawat mereka, mulai dari memandikan, menyuapi, hingga membersihkan kotoran.

Keluarga ini hanya mengandalkan penghasilan Kakek Sakir yang terkadang hanya Rp20.000 hingga Rp30.000 sehari. Kondisi rumah mereka pun sangat memprihatinkan. Hanya memiliki satu kamar dengan dipan anyaman bambu tanpa kasur, sementara atap rumah yang bolong membuat air hujan masuk ke dalam.

“Saya berharap jualan saya bisa selalu laku dan dapat memperbaiki rumah yang kondisinya sudah sangat rapuh,” harapnya.

Namun ada satu ketakutan terbesar yang selalu mereka pikirkan. Jika suatu hari Kakek Sakir dan Nenek Waginem sudah tidak mampu merawat anak-anaknya, siapa yang akan menjaga mereka?
Mereka hanya berharap diberi umur panjang dan kesehatan agar bisa terus mendampingi kedua anaknya.
#SahabatBaik Mari kita bantu Kakek Sakir dan Nenek Waginem, dua lansia yang masih terus berjuang bekerja dan merawat kedua anaknya yang membutuhkan pendampingan penuh.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa