Terlahir difabel, kedua tangannya gantikan fungsi kaki yang tak berfungsi normal. Tapi bagi pak Jamari (55), keterbatasannya tak menghentikannya untuk terus berjuang demi hidupi ibu tercinta.

“Selama tangan ini masih kuat, saya akan terus berusaha,” begitu kata beliau dengan senyum tulus.

Setiap hari, ia bersama ibunya yang sudah lanjut usia menyiapkan botol-botol jamu yang akan dijual. Untuk mempermudah usahanya, ia memodifikasi stang sepeda dengan pedal supaya bisa dikayuh dengan kedua tangannya.
Di bawah terik matahari atau hujan yang turun tiba-tiba, Pak Jamari tetap mengayuh sepedanya. Tak ada rasa malu, tak ada rasa putus asa. Hanya tekad kuat untuk menjemput rezeki yang halal.

Meski hidup sederhana tanpa memiliki istri maupun anak, Pak Jamari tetap bersyukur. Ia hanya ingin bisa terus bekerja, tidak bergantung pada orang lain, dan tetap membahagiakan ibunya.

Biasanya pak Jamari menempuh jarak sekitar 10-12 kilometer. Ia juga berkeliling menjajakan jamu di sekitar area pabrik dan pom bensin di pinggiran kota.
Setelah seharian menunggu pembeli, kadang hanya 1-3 botol yang terjual. 1 botol jamu dijual seharga Rp8.000, namun pak Jamari justru tak mendapatkan untung karena banyak pembeli yang menawar harga.
Padahal belakangan ini sepeda modifikasi kesayangan Pak Jamari mulai rusak dan usang. Beberapa bagian sudah sulit digunakan, membuat perjalanannya menjadi berat.
Di sisi lain, beliau juga harus mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar bisa tetap berjualan dan bertahan hidup dengan kebutuhan pokok yang cukup. Setidaknya ia dan ibunya tak perlu kelaparan lagi.

Kerja keras pak Jamari di masa sulit dengan segala keterbatasannya menjadi tamparan keras untuk kita. Perjuangannya 2x lebih berat dari kita, tapi ia tak pantang menyerah dan mengeluh.
Mari menjadi bagian dari perjuangan pak Jamari. Dengan donasimu, beliau dan ibunya bisa hidup lebih layak lagi.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa