Setiap pagi dari pukul tujuh hingga menjelang siang, Mbah Rustini (65 tahun) mendorong gerobaknya menyusuri jalan dan gang-gang kota untuk mencari barang bekas. Tubuhnya sudah bungkuk, langkahnya pelan, namun ia tetap berusaha mengumpulkan apa pun yang bisa dijual. Sejak suaminya meninggal beberapa tahun lalu, pekerjaan inilah yang menjadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup.
Di tengah mencari barang bekas, Mbah Rustini sering harus berhenti karena napasnya sesak, pandangan berkunang-kunang, dan tubuhnya terasa lemas. Ia biasanya duduk sejenak di pinggir jalan hingga tenaganya kembali, lalu melanjutkan perjalanan karena tidak ada pilihan lain. Penghasilannya tidak menentu, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan. Anak Mbah juga berusaha bekerja, tetapi penghasilannya belum cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi fisik yang semakin melemah membuat pekerjaan ini semakin berat dan berisiko. Namun berhenti bekerja berarti kehilangan sumber penghasilan. “Saya cuma ingin bisa hidup tenang tanpa memberatkan siapa-siapa,” ucapnya pelan. Di usia yang tidak lagi muda, Mbah Rustini tetap memaksakan diri bekerja demi bertahan hidup.
#SahabatBaik, Mari ringankan beban Mbah Rustini. Ulurkan bantuan terbaik agar ia tidak harus terus memaksakan tubuh rentanya di jalan demi memenuhi kebutuhan hidup, dan agar ia merasakan bahwa perjuangannya tidak dijalani sendirian.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa