Bagi sebagian anak, bersekolah adalah hal yang biasa. Namun bagi anak yatim yang hidup dalam keterbatasan, bisa terus bersekolah dan mengejar cita-cita adalah sebuah perjuangan.
Muhammad Aldi Saputra, atau yang akrab disapa Aldi, kini duduk di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di usia yang masih sangat belia, Aldi harus menghadapi kehilangan orang-orang yang menjadi tempatnya bergantung.
Meski keadaan begitu sulit, Aldi tetap ingin bersekolah. Ia masih memiliki harapan sederhana seperti anak-anak lainnya: bisa belajar dengan tenang, memiliki perlengkapan sekolah yang layak, dan suatu hari meraih cita-citanya.
Namun keterbatasan ekonomi membuat kebutuhan pendidikan menjadi beban yang tidak mudah. Ada kebutuhan sekolah, buku, seragam, perlengkapan belajar, hingga biaya lainnya yang harus dipenuhi.Mereka memiliki semangat yang besar untuk belajar.
Sayangnya, semangat itu sering kali harus berhadapan dengan satu persoalan besar: keterbatasan biaya.
Bagi keluarga yang berkecukupan, kebutuhan tersebut mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi keluarga yang kehilangan sosok ayah sebagai pencari nafkah dan hidup dengan penghasilan terbatas, biaya pendidikan dapat menjadi beban yang sangat berat.

Tak jarang, keluarga harus memilih antara memenuhi kebutuhan makan sehari-hari atau memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Di tengah kondisi tersebut, masih ada anak-anak yatim/piatu yang berusaha mempertahankan pendidikannya.
Mereka tidak ingin berhenti sekolah. Mereka hanya membutuhkan bantuan agar bisa terus melangkah.
Padahal, mereka memiliki potensi dan prestasi yang layak untuk diperjuangkan.

Melalui Program Beasiswa Yatim Berprestasi, mari bersama membantu Aldi dan anak-anak yatim lainnya agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki kesempatan untuk meraih masa depan. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan pendidikan penerima manfaat, seperti biaya sekolah, perlengkapan belajar, buku, seragam, dan kebutuhan pendidikan lainnya sesuai dengan kondisi masing-masing anak.
#SahabatBaik, jangan biarkan keterbatasan biaya menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar dan mengejar cita-citanya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, bisa menjadi langkah besar bagi masa depan mereka.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa