Di usianya yang sudah 71 tahun, Abah Miang harus menjalani hidup seorang diri di sebuah gubuk kecil reyot di bantaran sungai.
Tak ada keluarga yang mendampingi, tak ada tempat bersandar selain tubuh renta yang kian melemah.

Sehari-hari, Abah biasa mencari rongsokan di jalanan untuk bertahan hidup. Namun kini, sakit yang dideritanya membuat Abah tak lagi sanggup berkeliling.
Untuk sekadar makan, Abah hanya bisa mengandalkan belas kasih tetangga yang peduli.

Malam hari menjadi waktu paling berat bagi Abah. Ia harus tidur di gubuk rapuh yang ditopang kayu, tanpa listrik, tanpa penerangan. Beralaskan busa lusuh, Abah sering terbangun karena digigit tikus saat terlelap.
Kesepian, rasa sakit, dan keterbatasan membuat hari-hari Abah terasa semakin panjang dan berat. Apalagi, Abah juga mengalami gangguan mental ringan, yang membuatnya semakin sulit untuk bertahan sendiri di usia senja.

Tetangga sekitar telah berusaha membantu semampunya. Namun bantuan seadanya tentu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup Abah mulai dari makanan, pengobatan, hingga tempat tinggal yang lebih layak.
#SahabatBaik, mari bersama-sama ringankan derita Abah Miang. Uluran tanganmu bisa menjadi cahaya harapan bagi Abah yang kini menjalani hari-hari penuh kesepian dan keterbatasan.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Sahabat Baik
1 hari yang lalubismillah, shodaqoh buat ayah
Sahabat Baik
1 hari yang laluBismillah saya niat sedekah subuh Krn Allah SWT... selesai kan semua kesulitan ku ya Allah.. limpahkan rejeki ku... Aamiin yra
Je
1 hari yang laluSemoga selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin
Sahabat Baik
1 hari yang lalusemoga bermanfaat dan membawa keberkahan aamiin🥹😇