“Kadang saya cuma bisa beli air putih, Mas… nasi tidak ada,” ucap Mbah Ngarimin lirih.
Setiap hari sejak pagi hingga sore, Mbah Ngarimin berjualan mainan keliling dengan menuntun sepeda tuanya. Di usianya yang sudah renta, ia tetap berjalan menembus panas dan hujan demi mencari nafkah.
Mainan yang ia jual sederhana balon, kipas plastik, dan mobil-mobilan. Namun sering kali dagangannya tidak laku. Kadang hanya terjual satu dua buah, bahkan sering tidak ada sama sekali. Jika itu terjadi, ia pulang tanpa membawa uang.

Penghasilan yang tidak menentu membuatnya sering hanya mampu membeli air minum. Untuk makan pun sering kali tidak cukup. Meski begitu, ia tetap bertahan karena ada satu alasan yang membuatnya terus kuat istrinya di rumah.

Sudah tiga tahun istrinya menderita stroke dan hanya bisa terbaring lemah. Setiap pagi sebelum berjualan, Mbah Ngarimin merawatnya sendiri, membersihkan tubuhnya dan menyuapi makan seadanya. Ia tidak punya pilihan lain karena tidak ada orang yang membantu.

Mbah Ngarimin sebenarnya ingin membawa istrinya berobat. Namun untuk kebutuhan sehari-hari saja masih kesulitan, apalagi untuk biaya pengobatan. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah terus berjualan dengan sisa tenaga yang ia punya.

Di usia senja, saat seharusnya bisa beristirahat, Mbah Ngarimin justru harus berjalan jauh setiap hari demi bertahan hidup dan merawat istrinya.
#SahabatBaik, mari bantu Mbah Ngarimin agar bisa terus merawat istrinya dan menjalani hidup dengan lebih layak.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa