“Nduk, mas, monggo dibeli… buat makan besok…”
Setiap pagi, Mbah Tarni (82) melangkah pelan menyusuri jalan sejauh 11 KM dari rumah menuju tempat ia berjualan.

Dengan tubuh yang renta, ia membawa kantong plastik berisi buah-buahan yang menjadi satu-satunya harapan untuk menyambung hidup.
Mbah Tarni berjualan buah di depan minimarket sejak beberapa tahun terakhir. Hanya itu pekerjaan yang masih mampu ia lakukan di usia senjanya. Sekitar pukul 8 pagi, beliau sudah duduk di kursi kecil sambil menata buah yang ia beli dari grosir pasar.

Namun seringkali dagangannya tak laku. Buah-buah itu membusuk dan terpaksa dibuang. Kerugian itu membuat hati Mbah Tarni makin sedih, karena ia hanya bergantung dari keuntungan kecil penjualan harian.

Penglihatannya kini mulai rabun dan pendengarannya sudah sangat berkurang karena usia. Tak jarang Mbah tidak menyadari ketika ada pembeli datang.
Saat siang hari dan dagangan sepi, tubuhnya yang lelah sering tak kuasa menahan kantuk hingga tertidur di bangku jualannya. Meski sering ditolak pembeli, Mbah tetap tersenyum dan bertahan demi bisa makan.

Jika dagangannya tidak laku, Mbah Tarni sering tidak mampu membeli lauk. Ia hanya bersyukur masih bisa mendapatkan beras bantuan.
Sepulang berjualan, Mbah kembali ke rumahnya yang sangat sederhana berdinding papan dan beralaskan tanah. Untuk mengganjal perut, beliau hanya makan nasi dengan garam.

Tidurnya pun di ranjang tua dari anyaman bambu tanpa kasur, tanpa bantal, dan tanpa selimut untuk menghangatkan tubuhnya yang renta.
Mbah Tarni hidup sebatang kara, tanpa keluarga yang menemani di usia senjanya. Semua kebutuhan dan perjuangan harus ia jalani seorang diri.
Di tengah tubuh yang semakin lemah, Mbah hanya berharap bisa tetap bertahan hidup dan memiliki sedikit tabungan untuk makan esok hari. Ia juga sangat membutuhkan kasur yang layak agar bisa beristirahat setelah lelah berjualan.
#SahabatBaik, mari ringankan perjuangan Mbah Tarni agar bisa hidup lebih layak

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa