“Saya cuma ingin bisa sembuh dan hidup seperti dulu… bisa bekerja lagi,” ucap Mas Arifin (52) lirih.
Dulu, Mas Arifin bekerja sebagai buruh harian lepas untuk menghidupi istri dan anaknya. Namun hidupnya berubah setelah suatu hari ia pulang kerja dengan keluhan nyeri hebat di punggung dan leher. Setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, kondisinya semakin memburuk hingga membuatnya kehilangan kemampuan untuk beraktivitas seperti sedia kala.

Cobaan itu tidak berhenti sampai di situ. Saat Mas Arifin sedang berjuang melawan sakit, istri dan anaknya pergi meninggalkannya dengan alasan membeli obat. Sejak saat itu mereka tak pernah kembali. Mas Arifin yang juga telah kehilangan kedua orang tuanya kini harus menjalani hidup seorang diri tanpa keluarga yang menemani.

Kini, Mas Arifin tinggal di tempat yang sangat memprihatinkan, tepat di atas sebuah toilet. Ruangan sempit itu menjadi satu-satunya tempat untuk beristirahat dan bertahan hidup. Dalam kondisi tubuh yang lemah, ia hanya bisa mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Tak jarang, ia harus menahan lapar seharian, bahkan pernah terpaksa memakan makanan yang sudah basi karena tidak memiliki pilihan lain.

Dengan kondisi kesehatan yang terus menurun dan keterbatasan ekonomi, Mas Arifin belum mampu menjalani pengobatan maupun memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hari-harinya dipenuhi rasa sakit, kesepian, dan harapan agar suatu saat bisa hidup lebih layak.

#SahabatBaik, mari bantu Mas Arifin melewati ujian hidupnya. Kebaikan yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan, serta menghadirkan kembali harapan bagi Mas Arifin untuk menjalani hidup dengan lebih layak.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa