“Di usia yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, Mbah Wasinah justru masih harus memikul bakul dagangan dan berjalan mencari nafkah seorang diri.”

Di usianya yang telah menginjak 84 tahun, Mbah Wasinah masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan ikan pindang. Setiap hari, beliau menjajakan ikan seharga Rp5.000 per bungkus. Namun, dari setiap bungkus yang terjual, keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp500.

Jika 50 bungkus dagangannya habis terjual, Mbah Wasinah hanya membawa pulang sekitar Rp25.000. Itu pun belum tentu terjadi setiap hari. Tak jarang masih ada ikan yang tersisa karena tidak laku terjual.
Kini, tubuh Mbah Wasinah semakin renta dan tak lagi sekuat dahulu. Bakul serta tas berisi ikan yang dibawanya terasa semakin berat. Penglihatan dan pendengarannya pun mulai berkurang. Beliau harus sering berhenti untuk beristirahat, bahkan semakin jarang berjualan karena tenaganya sudah terbatas.

Di rumah sederhana berdinding anyaman bambu, Mbah Wasinah menjalani hari-harinya seorang diri. Suaminya telah lama meninggal dunia, kemudian anak yang sangat disayanginya juga berpulang hanya berselang 100 hari setelah kepergian sang suami.

Kini, tak ada lagi keluarga yang menemani hari-harinya. Kondisi tempat tinggalnya pun jauh dari kata layak. Dinding anyaman bambu mulai rapuh, tiang-tiang rumah telah lapuk, dan lantainya masih berupa tanah. Bahkan, untuk beristirahat, Mbah Wasinah hanya menggunakan plastik bekas sebagai alas tidur sekaligus selimut.

Meski hidup dalam kesendirian dan serba kekurangan, Mbah Wasinah tetap berusaha mandiri. Beliau tidak ingin hanya berpangku tangan atau merepotkan orang lain. Selama tubuhnya masih sanggup, beliau akan terus berjualan untuk mendapatkan sedikit uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, sampai kapan tubuh setua itu harus terus berjalan dan menanggung beratnya kehidupan seorang diri?
#SahabatBaik. Mari bersama-sama membantu Mbah
Wasinah menjalani hari tua dengan lebih layak, hangat, dan penuh kepedulian.
Karena setelah puluhan tahun berjuang untuk bertahan hidup, ia juga berhak
merasakan kebaikan dari sesama.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Sahabat Baik
34 menit yang laluSehat selalu yaa mbah..