Di usia 72 tahun, ketika seharusnya tubuh bisa lebih banyak beristirahat, Mbah Yahmi justru masih harus bekerja demi menyambung hidup. Setiap hari, beliau menempuh perjalanan hingga 5 kilometer untuk mencari rumput dan merawat hewan ternak. Sejak suaminya meninggal dunia 12 tahun lalu, Mbah Yahmi menjalani hari-harinya seorang diri.

Pagi-pagi sekali, Mbah Yahmi mulai mencari rumput untuk
pakan sapi dan kambing. Setelah rumput terkumpul, beliau masih harus berjalan
menuju kandang yang cukup jauh dari rumah untuk memberikan pakan. Semua itu
dilakukan dengan tenaga yang semakin terbatas dan kaki yang tak lagi sekuat
dulu.

Penghasilan yang diterima pun hanya sekitar Rp15 ribu dalam
sehari. Itu pun jika kondisi tubuhnya memungkinkan untuk bekerja. Ketika rasa
sakit di kaki sudah tak tertahankan, Mbah Yahmi terpaksa tinggal di rumah dan
tidak mendapatkan penghasilan.
“Sehari 15 ribu, Nak. Kadang saya tidak berangkat karena
kaki saya sakit,” ucap Mbah Yahmi.
Dengan penghasilan yang begitu sedikit, memenuhi kebutuhan
sehari-hari bukanlah perkara mudah. Tak jarang, Mbah Yahmi hanya makan nasi
putih dengan garam karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli lauk. Setelah
seharian bekerja dan tubuhnya kelelahan, beliau pun hanya bisa beristirahat
dengan alas seadanya.

Mbah Yahmi sebenarnya memiliki anak, namun sang anak juga
hidup dalam keterbatasan dan telah memiliki kehidupan sendiri. Karena itu, Mbah
Yahmi memilih untuk tetap berjuang dengan kemampuannya sendiri, meski usia dan
kondisi tubuh perlahan membuat setiap langkah terasa semakin berat.

Di balik langkahnya yang pelan dan tubuhnya yang renta, ada
seorang lansia yang masih berusaha bertahan hidup setiap hari. Rasa lelah
sering kali ia kesampingkan, karena berhenti bekerja berarti tidak ada
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hari itu.
#SahabatBaik Di usia senja, Mbah Yahmi masih harus bekerja untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Mari bersama-sama meringankan langkah beliau melalui donasi
yang kita titipkan.
Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Belum ada doa sahabat baik, donasi sekarang dan jadilah orang pertama yang memberikan doa