Gunung Semeru kembali menggelegar, menyemburkan abu dan lava pijar pada Rabu sore. Tingginya menjulang 3.676 meter di atas laut, menjadi puncak tertinggi di Pulau Jawa, namun hari itu menjadi saksi kesedihan dan kecemasan ribuan warga di sekitarnya.

Asap pekat membumbung, status meningkat dari siaga menjadi waspada. Seperti mimpi buruk yang terulang, warga berlarian menyelamatkan diri, meninggalkan rumah, ternak, dan harta benda yang mereka kumpulkan seumur hidup.

βTiba-tiba langit gelap, suara gemuruh kerasβ¦ kami tidak bisa berbuat apa-apa kecuali lari,β cerita salah satu warga dengan suara bergetar.
Setiap langkah menuju tenda pengungsian adalah doa. Bukan hanya untuk keselamatan diri, tetapi untuk rumah yang mungkin tak akan mereka temui kembali ketika pulang nanti. Di posko, mereka beristirahat seadanya beralaskan tikar tipis, berbagi selimut, menunggu kabar baik sambil menahan rasa lelah dan cemas.

#SahabatBaik, saudara-saudara kita di Lumajang sedang berjuang melewati hari yang tidak mudah. Mari ulurkan tangan untuk membantu mereka mendapatkan makanan, obat-obatan dasar, dan kebutuhan penting lainnya.
Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi mereka yang sedang kehilangan tempat pulang.

Disclaimer : Merawat Indonesia tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Sahabat Baik
1 minggu yang laluSemoga bisa sedikit membantu teman" yang sedang kena musibah ya, semoga teman" juga tabah dan sabar ππ»ππ»ππ»ππ»